
Seperti dikutip Laman berita Al Jazeera, ternyata hasil tes DNA menunjukkan teroris itu bukan Noordin M Top.
"Noordin belum meninggal, tes DNA membuktikan kalau jenazah itu bukan Noordin M Top, Tak cocok dengan jenazah yang ditemukan," ujar Kepala Pusat Penelitian Kekerasan dan Teroris Singapura, Rohan Gunaratna kepada Al Jazeera.
Gunaratna mengklaim mendapatkan informasi sumber yang menginvestigasi kasus ini dan tahu proses pencocokan DNA. Dia pun memperkirakan Noordin akan diburu lagi oleh Polisi Indonesia dalam beberapa hari kedepan.
"Tampaknya beberapa hari ke depan Noordin akan terus diburu," tambahnya.
Sementara itu, Kepolisan Malaysia menawarkan kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk membantu identifikasi tersangka teroris yang jenazahnya ditemukan di dalam sebuah rumah di Dusun Beji itu.
"Saya tidak bisa mengonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Saya belum mendapat tanggapan dari rekan-rekan di Indonesia," ujar Kepala Kepolisian Malaysia Tan Sri Musa Hassan seperti dikutip dari Bernama.com, Sabtu (8/8).
sumber : http://erabaru.net/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar