Di Indonesia, Pernah ada rumusan rencana pendidikan dimana semua siswa sekolah SSI (Sekolah Standar Internasioanl) harus membawa laptop. Dan ternyata rumusan rencana pendidikan ini menjadi kontroversi dan banyak ditentang oleh para orang tua, tahu sendiri kan bagaimana kondisi ekonomi rakyat Indonesia yang masih belum makmur, jangankan untuk mebeli laptop, untuk mebayar sekolah saja, masih banyak orang tua yang mengeluhkan betapa mahalnya biaya pembayaran sekolah.
Tapi ternyata hal ini sangat bertolak belakang dengan keadaan negara di Amerika latin, Uruguay. kenapa ? karena usut punya usut, ternyata semua siswa SD diUruguay sudah membawa laptop lho. laptop sudah menjadi pengganti buku catatan bagi seluruh siswa SD di Urugay.

Adalah Presiden Urugay, Tabare Vasques yang sengaja memesan 380 ribu lebih unit Laptop Mini Comp jenis XO pada tahun 2006. Laptop ini adalah laptop portable hemat energi dengan menggunakan Linux yang memang secara khusus dibuat oleh profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT) Nicholas Negroponte. Negroponte memang ingin mewujudkan program "one laptop one child" untuk pendidikan. Dia berusaha membuat laptop murah yang khusus dijual di negara-negara miskin di seluruh dunia.

Dan Uruguay menjadi negara pertama dan satu-satunya hingga saat ini yang menawarkan laptop untuk seluruh siswa SD. mega proyek ini membutuhkan dana senilai USD $ 94 juta, atau sekitar 940 miliar.
Tabare Vazquez mengaku ingin sekali memajukan pendidikan di negaranya, oleh karna itu ia kemudian ingin agar semua siswa bisa menggunakan laptop. Ia ingin membuktikan pada dunia bahwa Uruguay mampu mengungguli jepang dan korea walaupun negaranya adalah negara miskin.
Tapi ternyata hal ini sangat bertolak belakang dengan keadaan negara di Amerika latin, Uruguay. kenapa ? karena usut punya usut, ternyata semua siswa SD diUruguay sudah membawa laptop lho. laptop sudah menjadi pengganti buku catatan bagi seluruh siswa SD di Urugay.

Adalah Presiden Urugay, Tabare Vasques yang sengaja memesan 380 ribu lebih unit Laptop Mini Comp jenis XO pada tahun 2006. Laptop ini adalah laptop portable hemat energi dengan menggunakan Linux yang memang secara khusus dibuat oleh profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT) Nicholas Negroponte. Negroponte memang ingin mewujudkan program "one laptop one child" untuk pendidikan. Dia berusaha membuat laptop murah yang khusus dijual di negara-negara miskin di seluruh dunia.

Dan Uruguay menjadi negara pertama dan satu-satunya hingga saat ini yang menawarkan laptop untuk seluruh siswa SD. mega proyek ini membutuhkan dana senilai USD $ 94 juta, atau sekitar 940 miliar.
Tabare Vazquez mengaku ingin sekali memajukan pendidikan di negaranya, oleh karna itu ia kemudian ingin agar semua siswa bisa menggunakan laptop. Ia ingin membuktikan pada dunia bahwa Uruguay mampu mengungguli jepang dan korea walaupun negaranya adalah negara miskin.
